• Saturday, November 02nd, 2013

museum tsunami  aceh  Sejak zaman dahulu, aceh telah menarik banyak perhatian dunia. Hal ini tidak terlepas dari posisi aceh yang begitu strategis,yaitu sebagian jalur lalu lintas yang menghubungkan dua samudera. Disaat aceh dilanda gempa dan tsunami, daerah ini juga telah menarik banyak perhatian dunia. Aceh menjadi daerah “terbuka” (sebelumnya menjadi daerah tertutup karena status militer)  bagi orang luar, khususnya orang asing.  Kedahsyatan musibah itu sangat menarik   perhatian dan mendorong  masyarakat untuk keinginan besar memberikan  bantuan kepada para korban. Salah satu pengaruh dari posisi yang begitu strategi  dari keberadaan aceh adalah daerah ini merupakan  daerah yang pertama kali menerima pengaruh ajaran agama islam. Aceh merupakan pusat islam di nusantara. Dari sinilah islam menyebar kenusantara. Ilam tel;ah menjadi kehidupan sosial budaya di aceh.

Pada tahun 2004 tepatnya 26 desember 2004 sekitar jam 8 pagi aceh yang dikenal sebagai serambi mekah di gunjang gempa dan tsunami berskla 8,6 ritel  yang menelan ribuan korban baik waarga sipil dan militer merobohkan gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan serta ribuan rumah masyarakat, banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan sanak saudara dan banyak pula anak-anak yang kehilangan orang tuanya

Kini setelah 9 tahun berlalu banda aceh memiliki sebuah museum tsunami aceh yang didirikan pada tahun 2009 sebuah museum yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami  yang melanda aceh pada tahun 2004 sekaligus menjadi tempat pendidikan dan tempat perlindungan  darurat jika terjadi musibah serupa.

Museum tsunami aceh dirancang oleh arsitek asal indonesia yaitu bapak Ridwan Kamil. Didalamnya pengunjung yang datang akan melewati sebuah loronnama-nama korba tsunami g yang cukup gelap diantara 2 dinding air yang sangat tinggi dengan ukiran tari sama, diantara terowongan tersebut ada sebuah ruangan yang dikelilingi dengan nama-nama korban dari bencana tsunami yang menjulang tinggi  semakin keatas kita akan memasuki  lantai 2 disana terdapat beberapa ruyangan dengan berbagai fungsi seperti salaha satu ruangananya terdapat foto-foto dari kejadian tsunami yang menimpa aceh kala itu, kemudian ruang berikutnya terdapat ruangan yang memajang puing-puing sisa bencana seperti motor dan sepedah milik para korban serta terdapat pula ruangan dimana kita bisa melihat miniatur dari kejadian yang menimpa sanak saudara kita saat bencana tersebut dilantai yang sama juga terdapat sebuah bioskop mini yang digunakan untuk menyetel film dari kejadian bencana yang terjadi 9 tahun yang lalu para pengunjung dapat menikmati film tersebut dengan durasi 20-25 menit dengan kapasitas penonton mencapai 30 orang. Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut.lantai dasarnya dirancang seperti rumah panggung tradisional aceh yang selamat dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi.

Museum tsunami berlokasi di jalan iskandar muda, banda aceh. Museum ini buka setiap hari (kecuali hari jumat) pukul 10.00 – 12.00 dan tidak dikenakan biaya masuk.

Category: Uncategorized  | 896 Comments
• Tuesday, October 29th, 2013

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | 685 Comments